Thursday, January 12, 2012

The Reason Behind Robert Pattinson’s Shaved Head Revealed




“All the stuff he had to do for Cosmopolis really messed up his hair,” an insider told us. “It was all over the place and in different lengths. Then he had to cut it again for re-shoots, and while it sort of grew back for the Breaking Dawn premiere, it was a little off still.”

We were told the 25-year-old hunk decided to shave it all off and start from scratch so “it will grow back to normal.” Whew!

What did you think of Rob’s new ‘do?

Robert Pattinson’s Shocking People’s Choice Awards Haircut




Robert Pattinson thrilled fans by attending the 2012 People’s Choice Awards on Jan. 11 — and threw many for a loop with his shocking new ‘do!

Rob took to the stage and talked about how proud he was of his film Water For Elephants, which won Favorite Drama Movie. But all eyes were on his new haircut, which left him with his closest-cropped ‘do yet!

Sunday, January 8, 2012

Lirik Lagu John Legend - Someday

As days go by and fade to nights
I still question why you left
I wonder how it didn’t work out
But now you’re gone
And memories all I have for now

But no it’s not over
We’ll get older we’ll get over
We’ll live to see the day that I hope for
Come back to me
I still believe that
We’ll get it right again
We’ll come back to life again
We won’t say another goodbye again
You’ll live forever with me

Someday, someday
We’ll be together
Someday, someday
We’ll be together

I heard someday might be today
Mysteries of destinies they
Are somehow
And are someway
For all we know
They come tomorrow
For today
My eyes are open
My arms are raised for your embrace
My hands are here to mend what is broken
To feel again to walk on the face
I believe there is more to life
Oh I love you much more than life
And still
I believe I can change your mind
Revive what is dying inside

And someday, someday
We’ll be together
Someday, someday
We’ll be together
Someday, someday
We’ll be together
We’ll be together
We’ll be together
Someday

Sunday, December 25, 2011

He Is Too Kind

Hai guys! Aku pengen share sedikit nih hehe. Aku punya teman dekat baru, namanya Sandi Permana. Dia temanku waktu kelas 11, cuma kita baru dekat pas kelas 12. Aku juga lupa kenapa tiba-tiba bisa dekat sama dia hehehe

Sejak hubunganku dengan irfan makin mejauh, aku merasa sendirian. Nggak ada lagi teman yang sms setiap waktu, telfon setiap malam, pokoknya hari-hariku jadi berubah seratus delapan puluh derajat. Lalu semua berubah saat ia datang. Ia menggantikan posisi irfan menjadi teman baikku. Kami saling sharing, dan saling memberikan nasihat satu sama lain. Ia sangat baik, perhatian dan pengertian. Aku merasa sangat nyaman berteman dengannya.

Aku berjanji pada diriku sendiri untuk tidak mengulang kesalahan yang kedua kalinya. Dulu aku sudah pernah suka dengan sahabatku sendiri, dan semuanya berakhir tragis. Aku tidak mau hal itu sampai terjadi lagi. Aku harus bisa menjadikan hubungan ini murni sebagai persahabatan.

Tapi sepertinya aku tidak berhasil. Perasaan itu muncul lagi, walaupun tidak sebesar perasaanku terhadap fadlan. Aku berusaha untuk mengenyahkan perasaan itu, dan tidak sepenuhnya bisa. Aku tidak mau menyakiti perasaannya, dan aku takut perasaanku masih labil. For Godness sake, ia terlalu baik buat aku dan aku nggak pantes dapet orang sebaik dia.

Aku pernah mengakui perasaanku padanya meskipun melalui sahabatku, Bella. Dan lagi-lagi aku hanya sebatas mengakui tanpa mengharapkan apa-apa. Setelah tau, sikapnya biasa saja, masih seperti saat ia belum tau yang sebenarnya. Aku sangat takut ini hanya respon sementara, seperti halnya yang terjadi pada fadlan. Namun beberapa hari setelahnya, ia masih tetap biasa saja dan aku sangat bersyukur hal ini tidak merubah cara pandangnya terhadapku.

Aku sangat berterima kasih padanya. Terima kasih karena selalu ada disaat aku sedih ataupun senang. Terimakasih juga untuk segala nasihat dan perhatian yang telah ia berikan. Mungkin kalau tidak ada dia, aku masih terpuruk dalam ingatan kenangan-kenangan itu, dan tak kunjung bangkit. Thankyou so much my bestie ;)

Saturday, October 29, 2011

A Thousand Years, Melodi Nan Indah Bikin "Galau"

Siapa yang tidak mendadak menjadi “galau” saat mendengar lagu-lagu yang dinyanyikan Christina Perri? Yap, lagi-lagi ia akan mengobok-obok perasaan kita melalui single terbarunya yang juga merupakan salah satu lagu tema untuk seri film Twilight terbaru, Breaking Dawn Part I. A Thousand Years. Begitu judulnya.



Perri dapat inspirasi nulis A Thousand Years dari melihat langsung scene demi scene dari film Breaking Dawn Part 1. Karena dia sendiri fans dari film Twilight Saga, jadi pas nonton adegan-adegan itu dia ikutan nangis dan kebawa suasana. "When I screened the movie, it was definetely one of my favorite days ever", ucapnya.

Gitar akustik, piano dan string section membuka A Thousand Years. Seketika atmosfer romantis pun menyeruak. Seperti biasa, meski sebenarnya tidak terlalu luar biasa, namun vokal Perri dengan cemerlang menghembuskan emosi yang sangat intens pada lagunya. Sulit untuk tidak hanyut dalam lagu balada yang sangat romantis ini. Bermodal gitar dan string sections, vokal melankolis dari Perri semakin menambah sendu dari A Thousand Years.

Swear, lirik dan melodi lagu ini romantis abis. Aku share ya :)

Christina Perri - A Thousand Years

Heartbeats fast
Colors and promises
How to be brave
How can I love when I’m afraid to fall
But watching you stand alone
All of my doubt suddenly goes away somehow
One step closer

I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
I love you for a thousand more

Time stands still
Beauty in all she is
I will be brave
I will not let anything take away
What’s standing in front of me
Every breath
Every hour has come to this
One step closer

I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
I love you for a thousand more

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I love you for a thousand more

One step closer
One step closer

I have died everyday waiting for you
Darling don’t be afraid I have loved you
For a thousand years
I love you for a thousand more

And all along I believed I would find you
Time has brought your heart to me
I have loved you for a thousand years
I love you for a thousand more

Tuesday, August 2, 2011

UNFORGETTABLE BESTFRIENDS :)

Semua bermula dari kelas xi ipa 2. Awalnya aku gak suka banget sama kelas ini karena jarang yang aku kenal. Tapi lama-lama betah juga, gak mau pisah malah hehehe.

Desember 2010, aku mulai deket sama yang namanya Irfan. Awalnya aku gak suka sama dia karna gayanya yang cuek abis. Aku tau nomer dia gara-gara chat di facebook kalo ga salah. Aku inget banget sms pertamanya irfan "boleh share dikit gak?" hahaha namanya juga baru deket jadi masih agak kaku. Itu pertama kali aku mulai tau perasaannya irfan ke nadya. Dan aku juga sharing ke dia tentang perasaanku ke fadlan. Ujung-ujungnya jadi ceng-cengan deh hahaha. Dari sini benang-benang persahabatan aku sama irfan mulai terajut. Gak lama kira-kira 2 minggu kemudian bella mulai gabung sama aku dan irfan. Aku lupa mulainya gara-gara apa.

Mulai dari sini, aku punya 2 sahabat baik, namanya Bella dan Irfan. Kita bertiga deket banget satu sama lain. Mereka selalu ada disaat aku butuh. Kita bertiga juga sama-sama naksir temen di kelas. Aku naksir fadlan, bella naksir harman, dan irfan naksir nadya. Yaaaaaaaaaah tapi nasib berkata lain. Salah satu dari kita gak ada yang berhasil ckckck.

Selama satu bulan aku makin deket sama irfan. Bahkan di facebook, aku berada di peringkat pertama sebagau sahabat terbaiknya :)



Disitu aku juga mulai merasa ada yang beda sama perasaan aku. Aku ngerasa 'sayang' sama irfan dan aku mau ngelakuin apa aja yang bisa bikin dia bahagia dari mulai nemenin begadang kalo dia lagi gabisa tidur, sampe dengerin semuaaaaaaa curhatan dia tentang nadya. Yah namanya juga 'sayang' hahaha. Mungkin aneh kedengerannya, tapi aku punya banyak alasan. Dia baik, care. Sayangnya anak-anak udah pada ngejudge dia sebagai anak bandel, itu karena mereka belum kenal dia. Emang sih tampilannya gitu ,tapi kan ada pepatah yang bilang 'dont judge the book by the cover'. Naaaaaaah contohnya irfan. Aku ngerasa nyaman sama dia. Dia selalu ada kapan aja saat aku butuh. Dia banyak ngajarin aku arti hidup yang sebenarnya. Waaaaaaaah pokoknya banyak deh kalo mau disebutin. Lantas aku mikir. Apa ini cuma rasa sayang sebagai sahabat? Maybe. Dan apa aku harus bilang sama dia? Hah paling diketawain. Yang sangat jelas adalah DIA SAYANG BANGET SAMA NADYA dan aku tau aku gak akan pernah bisa ganti posisi nadya di mata irfan. Akhirnya aku lebih memilih untuk memendam dan melupakan perasaan ini yaitu dengan lebih focus ke perasaan aku buat fadlan.

Moment yang gak pernah aku bisa lupain yaitu tanggal 24 April 2011, dimana hari itu adalah hari ulang tahun aku. Awalnya sih galau banget. Kenapa? Ya karna dari sekian banyak orang yang ngucapin selamat, orang yang paling aku nanti-nantikan ucapannya justru ga ngucapin. Rasa kesalpun bertambah karna sahabatku sendiri, irfan, ga ngucapin juga padahal dia bilang mau ngucapin jam 23:57. Jam udah menunjukkan pukul 23:55 dan masih belum ada telfon dari dia. Dengan segenap rasa kekesalan akhirnya aku lebih memilih untuk tidur. Baru beberapa detik memejamkan mata, handphone disampingku berdering. Dari private number. Pas di angkat gak ada jawaban. Pas aku mau matiin telfonnya, ternyata ada suara irfan dan dia langsung ngucapin happy birthday lengkap dengan semua doa-doanya. Kesel banget karna dia udah ngerjain aku tapi sekaligus seneng juga karna dia udah menepati janjinya :D

Dari hari ke hari, aku mulai mikirin perasaan aku ke fadlan. Aku mulai ngerasa capek sama sikapnya yang makin ga jelas. Ga jelas disini maksudnya, kadang dia baik, kadang cuek. Dan akhirnya aku mulai berfikir untuk move on. Nah, dalam proses gue ngelupain fadlan gak tau kenapa perasaan aku ke irfan muncul lagi. Padahal kedekatan kita sekarang gak kayak dulu. Aku sendiri jadi tambah bingung sama perasaan yang aku rasain saat ini.

Kamis, 5 May 2011.
Hari itu hari dimana SMAN 6 Depok pergi studytour ke Tasikmalaya. Aku seneng banget karna aku dan anak-anak lainnya udah lama menantikan saat-saat studytour ini. Perjalanan yang sangat menyenangkan bersama anak falseto dari mulai mengunjungi objek wisata, sampai tiba di penginapan. Karena kelelahan dengan aktivitas seharian, kira-kira jam 23.30 kita memutuskan untuk tidur. Tetapi sampe jam 00.30 aku belum juga bisa memejamkan mata. Ga lama irfan sms, entah sms apa aku lupa. Yang paling aku inget dia bilang 'jagain bella ya'. Disini perasaanku mulai gak enak. Aku langsung tanya ke dia apa bener dia udah mulai jatuh hati ke bella dan jawabannya ya.
Hatiku langsung serasa ditusuk. Sakit. Kalo aku cuma sayang ke irfan sebagai sahabat, gak mungkin kan aku sesakit ini? Tapi aku bisa apa? Aku tau kalo dia udah sayang sama orang, dia bakal sayang banget sama orang itu. Apa yang aku khawatirin selama ini bakal terjadi? Sebuah cinta yang akan merusak persahabatan?
Rasanya pengen nangis, tapi mereka berdua sahabatku. Bella kelihatan bahagia kalau sama irfan. Dan aku tau seorang sahabat harus bahagia kalo sahabatnya bahagia.

“You never realize how much you like someone ‘til you watch them like someone else”

Semakin hari, bella dan irfan semakin dekat. Aku merasa cemburu banget. Dari situ mulai muncul konflik dalam persahabatan kita. Mungkin karna aku sempet bilang soal perasaan aku ke dia. Aku sempet nyesel kenapa harus bilang.

Jum’at, 13 Mei 2011.
Gak tahan dengan sikap kita masing-masing, akhirnya dia memutuskan untuk membicarakan masalah ini, dengan bella juga tentunya. Dengan segenap hati sambil menahan air mata yang nyaris tumpah, aku bilang kalo emang mereka saling sayang, mereka bisa jadian. Meskipun awalnya ragu, tapi akhirnya mereka meng’iya’kan juga keputusan aku. Mereka bilang kita akan tetep bersahabat, tapi aku hanya mengagguk karna dalam hati aku gak yakin bisa berjalan seperti itu.

“Don’t forget I’m just a girl, standing in front of a boy, asking him to love her.” – Julia Roberts

Dan benar apa yang aku perkirakan. Semakin hari, aku semakin jauh saja dengan irfan. Ditambah lagi dengan kelas kita yang terpisah di kelas 12. Gak tau kenapa, tapi aku merasa dia marah sama aku. Terkadang bahkan seperti orang yang tidak mengenal satu sama lain padahal kita masih dalam lingkup satu sekolah.

Dengan keadaan yang seperti ini sekarang, aku coba untuk menjalani hari-hari dengan ikhlas. Aku gak akan pernah bisa benci dia. Memang sakit kalau ingat, tapi biarlah menjadi kenangan yang akan kurindukan suatu saat nanti :’)

“May I could forget the past, but I remember how beautiful they are.”

Well, it’s hard to forget someone who gave you so much to remember. It takes a minute to like someone, an hour to love someone, but to forget someone takes a lifetime.



Thanks for everything, especially for being my bestfriend.